perusahaan asuransi

resiko

«

»

Cara Kerja Perusahaan Asuransi

Perusahaan Asuransi

Perusahaan asuransi mengelola Resiko dengan cara:

  1. Memindahkan dampak kerugian dari seorang individu kepada sebuah grup;
  2. Membagi kerugian yang dialami oleh individu tersebut kepada seluruh anggota grup.

Contoh:

Kita asumsikan ada 1000 orang yang berusia 50 tahun dan dalam keadaan sehat. Namun diperkirakan, 10 orang di antaranya akan meninggal dunia tahun ini.

Misalnya saja, nilai ekonomis kerugian yang ditanggung oleh satu keluarga yang ditinggalkan adalah sekitar 200 juta, jadi total kerugian 10 keluarga sekitar 2 miliar.

Bila setiap orang dari grup tersebut (1000) orang menyumbang 5 juta rupiah per tahun untuk dana bersama, maka dana yang terkumpul sebesar 5 miliar rupiah.

Jumlah tersebut tentu cukup untuk mengganti kerugian 200 juta rupiah kepada setiap keluarga yang ditinggalkan.

Artinya, Resiko yang dihadapi oleh 10 orang tadi disebar ke 1000 orang yang tergabung dalam grup tersebut.

Jadi Proses Dalam Bisnis Asuransi Jiwa adalah sebagai berikut:

  1. Menyatukan orang-orang dengan kepentingan asuransi yang sama, dengan tujuan untuk membagi Resiko yang sama.
  2. Mengumpulkan, yaitu mengumpulkan dana atau premi dari sekumpulan orang yang telah disatukan tadi.
  3. Membayar, yaitu membayar kompensasi atau klaim kepada mereka yang menderita kerugian.

Faktor-faktor Penentu besaran Jumlah Premi

Dalam bisnis asuransi, Resiko-Resiko yang dihadapi setiap individu dipindahkan ke pihak penanggung (perusahaan asuransi jiwa), yang setuju untuk mengganti kerugian dalam jumlah tertentu sebagaimana disebutkan dalam kontrak polis. Untuk mengganti kerugian ini, perusahaan asuransi menetapkan premi yang harus dibayar individu yang menjadi tertanggung. Dalam menetapkan premi, perusahaan menentukan premi dengan cara sebagai berikut:

  1. Kemungkinan kerugian
  2. Nilai dari setiap kerugian
  3. Biaya administrasi yang diperlukan untuk menjalankan usaha, seperti mengumpulkan premi dari setiap anggota, mengukur kerugian, membayar klaim, dll.
  4. Ambang kesalahan yang mungkin timbul saat memprediksi kerugian
  5. Faktor-faktor lainnya seperti faktor finansial, kesehatan, dan sosial.

Kesalahan dalam mengukur faktor-faktor tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan asuransi jiwa, seperti menetapkan premi lebih kecil dari seharusnya.

Bisnis asuransi jiwa tidak lain adalah saling berbagi. Hal ini bertujuan untuk menyebar kerugian yang diderita seseorang ke seluruh anggota grup yang mengharapi Resiko sama.

Perusahaan asuransi bertindak sebagai sebuah perwakilan, mengelola dana yang dikumpulkan atas nama komunitas grup tersebut. Perusahaan asuransi jiwa juga mengatur sedemikian rupa sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Tidak semua Resiko dapat diasuransikan. Sebuah Resiko dapat diasuransikan apabila:

  1. Memungkinkan bagi perusahaan asuransi jiwa untuk menghitung kerugian secara finansial.
  2. Terdapat sejumlah orang dengan jenis Resiko yang sama.
  3. Nilai ekonomis atau jiwa yang diasuransikan dan Resiko yang ditanggung memiliki kepentingan asuransi (insurable interest).

Hukum Bilangan Besar (Law of Large Number)

Asuransi, sebagai alat untuk menyebar Resiko, hanya dapat bekerja apabila perusahaan asuransi jiwa mampu menanggung Resiko yang sama dalam jumlah yang besar. Di sini berlakulah apa yang disebut hukum bilangan besar (law of large number). Hukum bilangan besar menyatakan bahwa apabila jumlah eksposur kerugian meningkat, maka prediksi kerugian akan semakin mendekati jumlah kerugian yang nyata (actual loss). Penggunaan hukum bilangan besar memungkinkan jumlah kerugian dapat diprediksi dengan lebih baik.

1 comment

  1. sugiyanto

    terima kasih infonya bapak,.,.,?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>